SENYUMMU HARAPANKU



SENYUMMU HARAPANKU



           Berawal dari sebuah halte yang selalu Rendi datangi sebelum dia berangkat dengan bis menuju sekolahnya. Pada hari itu tidak seperti biasanya Rendi bangun pagi padahal hari ini hari Sabtu dimana sekolahnya memualai pelajaran siang. Dengan tanpa ada rasa sesal yang tergambar dari raut wajahnya Rendi langsung bergegas menuju halte yang selalu ia datangi untuk menunggu bis yang menuju sekolahnya, akan tetapi mungkin karena Rendi terlalu pagi jadi dia harus sedikit menunggu kedatangan bis sekolahnya.
            Pada saat Rendi menatap kosong ke arah sebrang jalan yang sama juga terdapat halte, ia terkejut dan semua apa yang sedang ia pikirkan buyar dengan kedatangan sosok wanita yang menggunakan seragam sekolah dengan rambut terkuncir satu di belakang dan handsfree yang terpasang di telinganya. Langsung tersirat dalam benak Rendi tuk dapat berkenalan dengan sosok wanita yang berada di sebrang jalan tersebu, tapin apa yang terjadi pada saat ia baru saja mau menyebrangi jalan bis sekolahnya datang dan mengagetkan dia yang sedang berada di bibir jalan, untuk beberapa saat pandangannya terhalang oleh bis, tanpa ada rasa ingin menaiki bis itu langsung Rendi berjalan ke sisi lain dimana pandangannya tidak akan terhalang oleh bis, tapi sayang pada saat Rendi berjalan dan sampai di tepi bis, sosok wanita itu telah hilang tanpa dia ketahui.
            Di hari kedua nampak tergambar pada raut wajah Rendi yang begitu semangat meskipun hari ini hari Senin. Bergegas ia berlari menuju halte karena ia berharap sosok wanita yang kemarin ia lihat datang kembali. Dan apa yang terjadi? Belum lama Rendi duduk di sana benar saja sosok wanita itu datang berjalan menuju halte yang berada di sebrang jalan, dengan senyum yang tergambar di wajahnya membuat Rendi sangat tertarik untuk berkenalan dengan dia. Pada saat wanita itu duduk menunggu di halte entah ia sadar apa tidak kalau ada seorang leleaki yang selalu memperhatikannya, tapi pada saat itu entah ada keajaiban apa yang membuat wanita itu melihat ke arah Rendi yang tentu saja Rendi yang selalu melihatnya merasa senang sekaligus kaget, langsung saja tanpa menyia-nyiakan waktu Rendi langsung pergi ke bibir jalan dan akan menyebrang tapi karena jalanan yang mulai ramai nampaknya Rendi tidak mungkn menyebrangi jalan itu, dengan terpaksa Rendi berteriak pada wanita itu..

“HEY!! BOLEH KENALAN?! KITA SERING BERTEMU TAPI KITA BELUM SALING KENAL!!”, 

Rendi berteriak dengan suara yan sesekali hilang oleh suara kendaraan yang ramai melewat. Kemudian wanita itu menjawab teriakan Rendi... 
“MAAF AKU GAK BISA!! AKU LAGI BURU-BURU!! AKU LAGI DIKEJAR WAKTU!!”, 
Rendi membaca gerak bibir wanita itu. Dengan rasa kecewa tapi tidak ingin menunjukannya, Rendi pun hanya hanya membalas dengan senyum.
           
            Di hari ketiga seperti biasanya Rendi sudah duduk di halte dan berharap kejadian kemarin terulan kembali, tapi sayang apa yang di harapkan Rendi tidak terwujud padahal sekarang matahari sudah mulai terik dan sosok wanita itu belum muncul juga. Dengan rasa gundah dan gelisah Rendi tetap menunggu, tapi akhirnya Rendi menyerah dia pergi sekolah tanpa bertemu dengan wanita idamannya. Di hari keempat Rendi semakin gelisah karena dia tidak bertemu dengan wanita itu selama 2 hari, dan hari-hari yang sangat sepi dan kosong itu berlangsung selama 4 hari.


            Di hari ketujuh yang bertepatan hari Sabtu dimana hari ini adalah seminggu diaman dia bertemu dengan wanita misterius itu. Di hari ini  dia sudah menyiapkan kamera DSLR yang sengaja ia bawa tuk dapatkan foto wanita itu. Dan betul saja sosok wanita itu datang, tapi tidak seperti biasanya wajah wanita itu nampak murung dan sedih. Rendi yang sudah mengfokuskan kameranya tuk bersiap-siap mengambil gambar mengurungkan niatnya. Kemudian Rendi berteriak pada wanita itu..
“HEY!! KEMANA SAJA 4 HARI TERAKHIR INI?! AKU KANGEN SENYUMMU!!”, tapi wanita itu hanya terdiam, kemudian Rendi berputar-putar mencari benda yang dapat dituliskan sesuatu di atasnya. Kemudian Rendi meminta pada Bapak-bapak yang sedang berjaga di warung itu.. “Pak ada kertas? Atau apa sajalah yang dapat saya tulis.”, kemudian Bapak warung itu menjawab “Tidak ada Dek paling ada kardus.”, Rendi menjawab “Yasudahlah Pak tak apa-apa.”, kemudian Rendi mengeluarkan spidol dari tasnya dan menuliskan sesuatu di kardus itu.

            Setelah selesai ia menunjukan ia menunjukan tulisan itu kearah wanita itu, tapi betapa kagetnya Rendi melihat sosok wanita itu telah hilang dari pandangannya. Rendi langsung menundukan kepalanya nampaknya rasa kecewa yang teramat sangat tergambar pada raut wajahnya, pada saat ia berbalik betapa kagetnya dia melihat sosok wanita itu telah berdiri di sampingnya, dengan perlahan Rendi membalikkan badannya dan sambil menunnjukan tulisan yang ia pegang di dadanya..


“I LIKẼ YOUR SMILẼ”, langsung tergambar kesenangan pada wajah wanita itu yang awalnya dia sangat murung dan sedih. Dan nampaknya Rendi sangat puas apa yang telah ia perbuat yaitu membuatnya tersenyum kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar