Tangan Keriput


Aku sering mencium tanganmu
Terlalu sering, sehingga aku tak tersadar tak sekuat dulu

Aku sering melihatmu tersenyum
Namun aku tahu, ada berjuta pahit perih dibalik senyumanmu

Dan rambut putihmu semakin banyak
Dan kerutan diwajahmu pun begitu
Dan aku masih saja menjadi orang yang selalu dilindungi sisa tenagamu

Aku masih saja menjadi orang yang belum bisa membahagiakanmu
Pagi ini kau berangkat pergi
Dengan bulir menggenangi mata cantikmu
Pagi ini aku tak rela kau pergi jauh dari ku

Ibu, bolehkah anak lelaki mu ini hari ini menjadi cengeng?
(12 Februari 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar