Violin: Rainy days with Violin Girl


            


     Sore ini langit tidak seperti biasanya, dipenuhi awan hitam dan angin begitu keras. Aku harus segera sampai rumah sebelum jam adzan maghrib tiba, namun apa daya? Sore ini cuacanya sangat tidak bersahabat denganku, hujan deras disertai butiran es menjadi penghalang bagiku untuk pulang ke rumah.

Dengan cemas kulirik arloji ku, sudah menunjukan pukul 05.05 sore, pasti orang tua ku dirumah cemas akan tidak adanya keberadaan ku dirumah. Mungkin sudah seperti ini takdirku hari ini, terjebak badai hujan disekolah, bersama siswi baru itu. Bisa saja aku pulang  saat ini, namun jika aku pulang dengan keadaan basah kuyup, mungkin aku akan terserang flu, dan mungkin juga akan kena omel ibu. Namun jika aku terus menunggu seperti ini, aku bisa membuat orang tua ku cemas akan dimana keberadaanku, tapi mungkin mereka akan mengerti jika keadaan badai seperti ini. Kuputuskan untuk menunggu lagi sejenak, jika dalam 30 menit kedepan badai hujan masih berlangsung, kuputuskan untuk langsung pulang saja meskipun cuaca tidak bersahabat.


     30 menit lamanya ku menunggu dan alhasil masih hujan ternyata, dan kulihat siswi baru itu pun sudah selesai memainkan violinnya, terlihat dia pun akan pulang juga.

Siswi baru itu pun menghampiriku.

“Masih hujan deras kah?”                



“Ya begitulah, nampaknya langit masih belum bersahabat dengan kita, ehh sudah beres ternyata berlatih biola nya?”



“ Sudaah, sudah cukup permainan violin hari ini aku sangat senang… Cuacanya sangat mendukung, mengingatkan ku di Jepang… J



“… Pernah ke jepang ? Berapa lama ? Lalu kenapa harus  senang padahal cuacanya begitu dingin menurutku… “



“… Sebenarnya, aku pernah tinggal di jepang selama 10 bulan yaa kamu tau lah, karena alasan pekerjaan ayah ku, keluarga kami terpaksa meninggalkan Indonesia selama beberapa bulan… Dan cuaca ini mengingatkan ku ketika salju turun , di kota Chiba. Musim dingin disana sangat indah , terutama melihat jalan jalan tertutupi salju yang begitu lembut… “



“ Begitu ceritanya…. Pantas saja, kamu mahir dalam pelajaran bahasa dan sastra Jepang -_- …. Lalu menurutmu, bagaimana orang orang Jepang disana? “



“….Mereka baik, seperti orang Indonesia, namun mayoritas dari mereka sangat cuek, Apalagi ketika dijalan, mereka enggan untuk menyapa karena kesibukan mereka masing masing, tidak seperti orang Sunda, begitu ramah dan baik menurutku… Maka oleh sebab itu, aku lebih suka tanah air ku sendiri… “



“ … Tentu saja, memang harus seperti itu bukan? Kita harus mencintai tanah air  kita sendiri, meskipun banyak hal yang lebih indah seperti turun salju katamu tadi… Kita harus tetap mencintai negeri ini bukan ?...”



“…. Aku sangat setuju dengan pendapatmu Rendy… Memang seharusnya seperti itu… Kita harus bangga akan Negara kita sendiri…  



Percakapan kami terus berlanjut, hingga tak terasa 10 menit lamanya kami berbincang bincang,

Tiba tiba handphone nya berbunyi dan sepertinya salah satu orang tuanya menelponnya.

“ Oh begitu pah, ya kalau gitu aku pergi ke depan ya… “

Dia pun berpamitan dengan ku, dan sepertinya tidak akan menunggu hujan hingga reda.



“… Rendy, aku pulang duluan ya,,, Ayah sudah jemput nih, maaf ya gak bisa nunggu bareng…”



“… No problem kok, lagi pula sudah larut juga kan, tuh sudah pukul 6 sore…  



“ …. Atau… bagaimana jika kita pulang bareng aku aja Rendy naik mobil… Bagaimana?... “



“.. Maaf ya… bukan bermaksud menolak ajakan mu itu… Tapi aku membawa motor .. Hehehe… Lalu bagaimana nasib motor ku nanti…. :D “



“ ….Baiklah jika begitu… Aku duluan ya Rendy…  Maaf ya sekali lagi L



“ … Iyaa… Eh tunggu dulu, mau ke Gerbang sekolah kan?... Nih pake Jacket ini… Biar gak kehujanan… “



“… Lalu bagaimana dengan mu Rendy,? Nanti kehujanan naik motor nanti…”



“ Gak apa apa kok… Cepet pulang.. Ayah mu  nungguin lama tuh… “



“….. Okelah… Makasih ya Jacketnya … Ntar aku kembaliin besok oke di kelas… ;) “



“… Iya siahkan sama sama… “



     Siswi itu pun pergi meninggalkan ku sendirian di Aula dengan berlari menutupi tubuhnya dengan jacket ku,. Mungkin ini hal pertama kali yang pernah aku lakukan, rela terkena hujan tanpa jacket demi seorang teman sekelas. Namun anehnya , karena biasanya aku adalah orang yang tidak suka mengobrol, namun ketika mengobrol dengannya terasa berbeda bagiku. Dan lebih anehnya lagi, aku lupa akan menanyakan siapa nama nya. “Ah.. Besok saja aku tanyakan dikelas… “ Ucapku dalam hati. Dan aku pun harus kembali kerumah dengan keadaan basah kuyup, dan terserang flu dan siap di omeli ibu ku nanti… -__-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar